Sabtu, 12 April 2014

Seharusnya Kita Bersama (part 1)

  
  'Jika melupakanmu adalah cara terbaik untuk kita berdua, aku rela'
mungkin ini lah yang sedang dirasakan oleh dina. mencoba untuk melupakan orang yang dia sayang meskipun dia tau kalau itu menyakitkan. 

   Pagi itu sangat cerah tidak seperti biasanya karena ini merupakan musim penghujan. 'dina, ayo bangun! kamu harus segera kesekolah, ini sudah jam 7.00' mama dina berteriak dari luar kamar, dina terkejut karna dina tau dina pasti akan terlambat kesekolah.dina bergegas bangkit dari tempat tidur ny dan langsung menuju kamar mandi. setelah semua siap aku bergegas menuju kesekolah. 'dina, kamu gak sarapan dulu?' tanya mama dina 'gak ma, aku sudah terlambat' jawab dina bergegas keluar .
   Alangkah bersyukurnya dina ketika itu ada bus yang lewat didepan nya.dina pun bergegas menaiki bus itu. sesampai disekolah dina langsung bergegas menuju ke kelas nya,dina berlari dengan penuh tergesa gesa karna kebetulan pelajaran pertama dikelasnya adalah guru killer.setengah jalan menuju kekelas *brukkk* dina menabrak seseorang 'aduh, maaf kak' kata dina sambil memegang lutut yang sakit karna terjatuh.'kamu gak papa?'tanya dia 'sini biar aku antar kekelas'dia memegang tangan dina dan membantu nya berdiri 'aduh maaf ka bukannya nolak tapi aku masih bisa berjalan sendiri' jawab dina. 'owh yasudah, anyway nama kamu siapa? aku dio' dia memperkenalkan nama nya ke dina, mempersingkat pembicaraan dina langsung menjawab 'aku dina, yasudah ka aku duluan kekelas'dina pun langsung menuju kekelas. Beruntung saat itu sang guru masih belum ada didalam kelas.
   Waktu terasa begitu cepat, tidak terasa jam pulang tinggal 5 menit lagi . *tengg* bell menandakan waktu pulang sekolah pun berbunyi, dina segera merapikan buku nya yang ada dimeja dan memasukkan nya kedalam tas. dina berjalan melewati koridor kelas , kebetulan jalan menuju keluar sekolah melewati kelas 11 'dina' terdengar suara seseorang yang memanggil nya, dina seperti mengenali sosok suara itu. Dina pun segera berpaling dan benar ternyata dia adalah dio orang yang tadi pagi tanpa sengaja dina tabrak 'iya ka , kenapa?' tanya dina'aku boleh minta nomor hp kamu gak? buat temenan aja' karna dina merasa dio orang baik dina pun tak sungkan memberikan nomor teleponnya 'boleh ka, ini (menyebut nomor hp) ini ka' 'makasih banyak ya, owh iya aku pulang duluan ya dina see you' dia mengatakan itu ke dina, dina cuma bisa diam, niatnya malas nanggapi dio.

   Sesampai dirumah dina langsung menuju kekamar. tiba tiba hp nya berbunyi dan ternyata dio mengirim pesan ke dina. sejak saat itu dina dan dio mulai akrab, dan tanpa dina sadari sebuah rasa mulai tumbuh dalam hatinya, sebuah rasa yang indah yang belum pernah ia rasakan pada siapapun sebelumnya, cinta itulah yang ia rasakan kepada dio.
   Dina merasa dio juga begitu, karena segala perhatian yang selalu diungkapkan dio kepadanya, dina cuma berharap dio akan menyatakan perasaannya ke dina .
   Satu bulan telah dina lalui bersama dio,  namun dio masih belum menyatakan perasaannya ke dina,dina mulai ragu. Apakah dia hanya mempermainkan diriku? Ataukah aku hanya menjadi pelampiasannya? Atau dia hanya menganggap aku teman? Apakah mungkin dia lagi ada masalah?, beribu pertanyaan dalam hati dina, sesak ingin menyeruak, tapi tak tau harus diungkapkan kepada siapa.
   Benar saja dia mulai berubah, akhir akhir ini dio mulai jarang memberi kabar ke dina. dan akhirnya dio menghilang selama 7 hari. dina marah, dina kecewa tapi ia juga sadar kalau ia bukan siapa siapa dio. dina cuma berharap kalau dio akan menghubungi nya lagi.
   Hari demi hari telah dia lalui, jam demi jam telah ia lewati, menit dan detik telah menemaninya sepanjang waktu, namun yang ia harapkan pun tak kunjung datang.
Dina mulai bosan menunggu dio memberi kabar kepadanya, dina pun membuka twitternya yang sudah lama tidak ia buka dan mulai bermain twitter. kebetulan saat itu dina dan dio sudah saling follow . betapa terkejutnya dina, bahwa ternyata dio sudah mempunyai kekasih. mereka baru saja menjadi sepasang kekasih 3 hari yang lalu. dina tau 3 hari karna mereka mempublikasikan nya di social media.
   Jujur saat itu dina sangat kecewa, kenapa bisa dii berbuat seperti itu kepada nya. Air mata tak terasa mengalir melewati pipi dina, mengapa ia terlalu bodoh untuk mengartikan semua pendekatan ini dengan cinta.
   Dina sengaja membuat tweet - tweet berbau sindiran ke dio agar dia sadar. tapi itu semua percuma dio tidak pernah mengerti terhadap sindirannya ke dio. Karena dia tak pernah punya perasaan yang spesial terhadap dina.
   'Dio, kamu sudah pacaran sama rina?' tanya dina ke dio lewat sms 'iya din, aku baru saja pacaran dengan nya' jawab dio kaku (kaku karna tanpa emot) 'jadi semuanya benar? aku kira kamu cuma bercanda :') aku gak pernah menyangka ya kamu bisa seperti ini ke aku :') kamu deketin aku selama satu bulan, tapi akhirnya kamu jadian sama dia yang baru saja dekat sama kamu. aku kira kamu.. selamat ya kamu, semoga longlast! makasih:')' dina sengaja menulis pesan itu secara panjang lebar. dan dina ingin semua nya berakhir cukup disini.
dari sini dina sadar bahwa orang yang perhatian dan baik  belum tentu akan menjadi seseorang yg ada di samping dina kelak. dan dina akan sebisa mungkin tidak akan mengulangi kesalahan yang sama untuk kedua kalinya.
   Dan dia  tidak ingin, salah langkah lagi. Mengartikan sebuah pehatian kecil dengan cinta.

to be continued . . . .


Created by: @RahmadRosyid & @fichamchoir

0 komentar:

Posting Komentar