Pada hari ini, suasana hari begitu terik, Nita yang sedang asik - asiknya belajar terganggu oleh suara teleponnya yang berdering. Segera Nita mengangkat telepon yang ternyata dari pacarnya yaitu Rian.
Rian : Say, jalan yuk? (dengan manjanya)
Nita : Aduh gimana yaa, aku lagi banyak tugas PR nih. (dengan agak kecewa)
Rian : Em, yaudah deh. Besok ku jemput yaa?? Kali ini ga boleh nolak yah, bye. (sambil mematikan teleponnya)
Nita : (dengan muka sewot) Belum di iya in udah main tutup telepon aja.
Keesokan harinya...
Rian pun sudah menunggu Nita didepan rumahnya.
Rian : Sayang cepetan dong. (dengan berteriak)
Nita : Iya, Tunggu bentar. Mah aku berangkat ya?? (sambil mencium tangan mamahnya kemudian berlari)
Mamah : Iya hati-hati di jalan yah?? (agak sedikit berteriak)
Nita : Iya Mah,Dadaaah. (sambil melambaikan tangannya)
Ayo jalan say. (menaiki motor Rian)
Rian : Tante berangkat dulu yah?? Nita aman sama saya kok tante. (sambil tersenyum)
Sesampainya di sekolah...
Nita : Akhirnya sampe juga. (turun dari motor)
Rian : (tersenyum) Yuk ke kelas!
Nita : (membalas senyuman Rian) Yuk?
Sesampainya di kelas mereka asik mengobrol dan tak lama kemudian bel pun berbunyi, semua murid duduk dengan rapi. Ibu guru pun memasuki ruang kelas.
Guru : (masuk kelas bersama murid baru (Dira) ) ”Anak-anak kalian hari ini kedatangan murid baru,silahkan perkenalkan dirimu nak !!”
Dira : Teman-teman perkenalkan nama saya Dira. Saya pindahan dari Jakarta .”
Guru : ”Apakah ada yang akan ditanyakan ?”
Rian : (sambil mengangkat tangan )”Kamu udah punya pacar belum ?”
Semua :”hu . . . . Nita marah lho.”
Rian : Aku cuma bercanda aja, jangan marah dong say?? (dengan muka memelas)
Nita : (dengan muka cemberut) Peduli amat!!
Guru :”Sudah-sudah . ..Silahkan duduk di dekat Nita, Dira !!”
Nita : Apa?? Di samping aku, ich males banget. (dengan sewot)
Rian : Say, jangan begitu... (dengan berbisik)
Guru : Nita!! Dia murid baru, kamu harus sopan kepadanya!! (agak marah)
Rian : Say, jangan begitu... (dengan berbisik)
Guru : Nita!! Dia murid baru, kamu harus sopan kepadanya!! (agak marah)
Nita : Iya Pak. (dengan cemberut)
Dira pun berjalan menuju tempat duduknya.
Dira : Perkenalkan nama aku Dira. (menjulurkan tangannya)
Nita : (dengan cuek) Udah tau, kan loe tadi memperkenalkan diri didepan.
Dira : (tersenyum)
Teng...Teng...Teng... Bel istirahat pun berbunyi. Nita dan Rian pun pergi menuju ke kantin.
Sesampainya di kantin...
Nita : Bu, Baksonya dua mangkok!! (sambil melihat-lihat menu)
Bu Atik : Iya,neng. (agak teriak)
Rian : Say, ku kebelet nih ke wc dulu yach?? (sambil beranjak pergi)
Bu Atik : Iya,neng. (agak teriak)
Rian : Say, ku kebelet nih ke wc dulu yach?? (sambil beranjak pergi)
Ternyata Rian bukan pergi ke wc melainkan pergi untuk menemui Dira di taman.
Rian : Diraaaa... (sambil melambai-lambaikan tangannya)
Dira : (membalikan badannya) Rian??
Rian : Dira, akhirnya loe ketemu juga, gue nyariin loe nich. (terengah-engah karena habis berlari)
Dira : Buat apa loe nyari gue?? (beranjak berdiri)
Rian : Gue mau cerita ma loe?? (beranjak duduk)
Dira : Cerita apa?? (ikut duduk juga)
Rian : Gini lo, pertama-tama gue mo ngewakilin pacar gue untuk minta ma’af ma loe! (dengan muka serius)
Dira : Iya udah gue ma’afin koq. Trus mo cerita apa nich????
Rian : Jadi gini, bentar lagi Nita mau........
Nita : Rian???? Oh jadi gini sikap kamu di belakang aku. (dengan meneteskan air mata)
Rian : Aku bisa ngejelasinnya!! (beranjak menuju arah Nita)
Nita : Gue ga butuh penjelasan dari loe, Udah cukup yang gue lihat. (beranjak pergi dan berlari)
Rian : Nita, Nitaaaaa........ Arrrggrhhh Sial ... (memegang kepalanya)
Dirumahnya Nita hanya menangis, menangis dan menangis.
Nita : Yaa Tuhan, apa sih salah gue, gue sayang ma dia, tapi kenapa dia udah hancurin perasaan aku hiks...hiks. (menangis tersedu-sedu)
Tak lama kemudian telepon Nita pun berbunyi satu pesan masuk dari Manuel.
To :Nita
From :Manuel
From :Manuel
Nit aku bisa ngejelasiinnya??
Nita : Gue ga butuh penjelasan, gue benci loe, gue benciiiii..... (sambil berteriak)
Dan kemudian Nita pun melemparkan teleponnya ke dinding dan braakkk, bagian-bagian teleponnya berhemburan kemana-mana.
Mamah : Nitaaa...?? (sambil berteriak)
Nita : Hiks....Hiks (menangis)
Nita : Hiks....Hiks (menangis)
Karena hanya menangis semalaman Nita pun tertidur pulas sampai pagi hari.
Keesokan paginya....
Nita bangun dari tempat tidurnya, tampak matanya yang masih bengkak karena menangis kemaren malam. Nita pun menuju ke kamar mandi untuk cuci muka, dengan perlahan dia mengangkat kepalanya yang terasa pusing dan aaaaaaaaaa dia berteriak, dia terkejut ada darah di kaca kamar mandinya.
Nita : Tolooong!!!!!!! (dengan berteriak histeris) Buka pintunya!!!!
Nita : Tolooong!!!!!!! (dengan berteriak histeris) Buka pintunya!!!!
Dia berusaha untuk keluar kamar mandi tapi pintunya terkunci, dan tiba-tiba lampu kamar mandi pun mati, tambahlah Nita histeris. Dia terus berusa membuka pintu dan akhirnya pintu pun terbuka dia langsung keluar dari kamar mandi dan.....
Teman-teman : SURPRISE...... (dengan serentak)
Rian : (sambil membawa kue ulang tahun)Happy birthday Nita, Happy birthday Nita, Happy birthday Happy birthday, Happy birthday to you...
Teman-teman : Ciyeeee.... (dengan serentak)
Rian : Nita ku sayang, Selamat ulang tahun, Maafiin aku yach?? Sebenernya aku gak ada apa-apa sama Dira. Kalo gak percaya tanya aja ma dia langsung. (memegang tangan Nita)
Nita : Dira apa itu bener?? (berbalik badan menuju arah Dira)
Dira : Iya Nit, Rian cerita ma aku kalau kamu itu mau ulang tahun dia minta tolong buat bantuin membuat surprise party buat kamu. (memegang pundak Nita)
Rian : (sambil membawa kue ulang tahun)Happy birthday Nita, Happy birthday Nita, Happy birthday Happy birthday, Happy birthday to you...
Teman-teman : Ciyeeee.... (dengan serentak)
Rian : Nita ku sayang, Selamat ulang tahun, Maafiin aku yach?? Sebenernya aku gak ada apa-apa sama Dira. Kalo gak percaya tanya aja ma dia langsung. (memegang tangan Nita)
Nita : Dira apa itu bener?? (berbalik badan menuju arah Dira)
Dira : Iya Nit, Rian cerita ma aku kalau kamu itu mau ulang tahun dia minta tolong buat bantuin membuat surprise party buat kamu. (memegang pundak Nita)
Nita : (tersenyum kemudian memeluk Dira) Dira maafin gue, dari awal loe masuk gue udah bersikap cuek ama loe??
Dira : Iya udah gue ma’afin kok. Tapi kita bisa kan jadi temen (mengangkat jari kelingkingnya)
Nita : Bukan temen sahabat malahan. (tersenyum dan menjabat jari kelingkingnya)
Rian : Masalah kita gimana??? (memegang pundak Nita)
Nita : Oh iya... Aku mau minta ma’af juga aku telah egois ga mau ngedengarin penjelasan kamu. Aku ga nyangka kamu mau buat surprise party buat aku. (tersenyum manis)
Rian : Iyya, Jadi intinya kita ga marahan lagi kan?? (muka serius)
Nita : Iyya... (sambil mengangguk dua kali)
Rian : Yeeeee... Temen- temen karna gue udah baikan ma Nita kalian semua gue traktir. (mengangkat kedua tangannya)
Teman-teman : Horreeeee.... (Berteriak senang)
Nita : Eitz, tunggu dulu!! Itu yang di kamar mandi aku apa?? (dengan mata melotot)
Rian : Hhe... biar terkesan horror say.(tertawa manja)
Nita : Besihin gak! Bersihin...Bersihin...Bersihin... (sambil memukul-mukul mesra Rian)
Rian : Gak mau, gak mau, weee (sambil menjulurkan lidahnya dan kemudian lari)
Nita : Aaa... Rian!! Awas yaa kalo dapet!! (mengejar Ryan)
Rian : Tolong ku di kejar macan.... (sambil berlarian ke luar rumah menuju halaman)
Dira : Hhahaha... (tertawa terbahk-bahak)
-SELESAI-
Pesan
Janganlah egois dan bersikap cuek terhadap teman, apalagi dia adalah teman baru hadirdalam kehidupan kita, dan mencoba beradaptasi dengan kita.
Janganlah marah terhadap seseorang apabila kita belum mendengar penjelasan darinya.




0 komentar:
Posting Komentar