Hari ini adalah hari ulang tahun pacarku. Aku diundang olehnya untuk hadir pada acara ulang tahunnya tersebut, dan aku mengiyakan ajakannya. Jarak rumahku dan rumahnya memang cukup jauh, tapi akan ku usahakan untuk pergi kerumahnya.
Saat itu pukul 14.30, aku bersiap-siap untuk pergi kerumahnya. Sesekali ku berkaca di cermin sembari tersenyum. Hingga pada saatnya pun tiba, aku berangkat kerumahnya dengan membawa sebuah kado mungil yang berisikan hadiah untuknya. Walaupun hadiah ini tidak seberapa aku yakin dia akan senang dengan kado pemberianku nanti.
Tepat pukul 16.00 aku sampai dirumahnya, dengan langkah pasti ku mulai memasuki area halaman depan rumahnya. Belum sempat ku melepaskan alas kakiku, ibunya pacarku sudah menghadangku didepan pintu. Dia membisikan ku sebuah kalimat “Saya mohon jangan dekati anak saya lagi. Kamu hanya membuat hidupnya susah.”. Memang hanya sebuah kalimat tapi kalimat tersebut terlalu sakit untuk ku dengar.
Kulihat dirinya sedang berdiri menatapku yang segera pergi beranjak dari rumahnya.
Dia memanggilku, aku pun menoleh dan tersenyum kemudian aku berlari menjauh dari rumahnya dengan menangis. Aku tidak tau apa yang harus ku lakukan. Dan saat itulah terakhir kalinya ku tersenyum kepadanya.
Dia memanggilku, aku pun menoleh dan tersenyum kemudian aku berlari menjauh dari rumahnya dengan menangis. Aku tidak tau apa yang harus ku lakukan. Dan saat itulah terakhir kalinya ku tersenyum kepadanya.
Sejak saat itu ku sangat jarang sekali berkomunikasi dengannya. Walaupun dia sering ke rumah ku , aku tak mau bertemu dengannya.
Di rumah, ku hanya sering melamun, tak karuan makan dan sangat jarang sekali berbicara. Mungkin ini adalah tindakan bodoh yang kulakukan, tapi aku tidak tau harus berbuat apa. Satu bulan berlalu aku masih saja begitu. Hingga pada suatu saat ku merasa ada sesuatu yang aneh terjadi pada diriku. Aku merasa ada sesuatu yang bersarang di otakku. Setelah lebih dari dua bulan ku merahasiakan hal yang aneh ini, ibu ku pun seperti mengetahui hal aneh ini dan dia berniat membawa ku ke rumah sakit.
Di rumah sakit, berbagai tes kesehatan ku jalani, hingga akhirnya dokter mengatakan kalau aku terkena penyakit kanker otak stadium 4. Mendengar hal itu ibuku hanya tertegun dan meneteskan air mata.
Aku hanya mencoba menjadi pribadi yang tegar namun aku tak bisa. Hingga pada saat akhirnya ku hanya bisa terbaring lemah di rumah sakit. Pacarku pun akhirnya mengetahui berita tentangku, dia mendatangiku di rumah sakit. Dia sangat marah kepadaku, kenapa aku tidak pernah bercerita kepadanya. Aku hanya ingin kamu tidak khawatir. Dia memelukku sambil menangis, akupun ikut menangis. Carilah wanita yang lebih baik daripada aku, carilah sosok wanita yang tegar aku berkata kepadanya, dan aku pun tersenyum kepadanya. Pada hari itu adalah waktuku untuk menutup mata selamanya dan pada saat itu ku benar-benar terakhir kalinya tersenyum kepadanya, namun cinta di hatiku kan slalu bersamannya.




0 komentar:
Posting Komentar